#2019GantiStatus
#2019GantiStatus
Beberapa
dari kalian mungkin akan berpikiran, ‘Sisi tahun depan mau nikah?’. Tapi bisa
juga berpikiran tentang pandangan politik yang tagarnya sempat ramai
diperbincangkan, tau lah ya jadi gausah diperjelas, dijudulnya udah jelas wkwk.
Jawabannya
adalah bukan keduanya. Aku gatau akan nikah tahun depan atau tahun depannya
lagi atau depannya depannya lagi atau depannya depannya depannya lagi *hishhhh*
hehee.. Masalah menikah kan gabisa langsung ceplos gue mau nikah tahun depan. Ngga
gitu dan ga semudah itu. Ngomongin soal nikah, aku pernah kepikiran gimana sih rasanya
nikah muda? Kayanya sih enak gitu kan ya, ada yang nemenin kemana-mana, ga dosa
malah berpahala. Kalo pulkam (pulang kampung) ada yang nganterin, ya secara
saya kalo pulang dari Solo ke Pati naik motor sendiri cuy hampir 4 tahun, strong
ngga gue? Strong lah *pede nya -_-*, perjalanan sepanjang ±90km kutempuh 2-3 jam.
Coba kalo ada yang nganter kan enak ga capek, kalaupun capek ada yang nemenin
wkwk. Eitss tapi setelah sadar dari pikiran-pikiran begitu, ternyata gue belom
siap cuy buat nikah muda. Kenapa? Karena selalu because *heh!* karena untuk
menikah buanyak sekali hal yang harus dipersiapkan. Mulai dari kesiapan diri sendiri,
kesiapan orangtua, kesiapan calon suami (karena aku cewe) dan kesiapan-kesiapan
lainnya. Banyak pula yang harus diperbaiki dari diri yang penuh kekurangan ini ☹. Yang awalnya
kemana-mana bebas mau sama siapa aja, setelah menikah kamu akan dibatasi mau
main dengan siapa dan harus ijin sama suami, ya sekarang walau jomblo juga
harus ijin sama ortu sih, tapi pasti beda. Karena ortu ga sama dengan suami. Kesempatan
buat birrul walidain akan menghilang
karena kamu (cewe) akan pindah menghormati dan melayani suami, meski disini
masih bisa berbakti kepada ortu tapi akan berkurang!
TAPI oh TAPI, dengan menikah akan menyempurnakan separuh agamamu. masyaaAllah. Tapi oh tapi juga, kalau memang sudah ada kewajiban untuk menikah ya segeralah menikah, kalau memang belum ya jangan dipaksa, perbaiki diri dulu, belajar yang banyak karena menikah itu hal yang sangat sakral, ga cuma di dunia ini aja, tapi sampai akhirat juga. Satu lagi, menikahlah kalau sudah ada calonnya wkwkwk kalau belom ya ikhtiar, berdoa sambil usaha!
TAPI oh TAPI, dengan menikah akan menyempurnakan separuh agamamu. masyaaAllah. Tapi oh tapi juga, kalau memang sudah ada kewajiban untuk menikah ya segeralah menikah, kalau memang belum ya jangan dipaksa, perbaiki diri dulu, belajar yang banyak karena menikah itu hal yang sangat sakral, ga cuma di dunia ini aja, tapi sampai akhirat juga. Satu lagi, menikahlah kalau sudah ada calonnya wkwkwk kalau belom ya ikhtiar, berdoa sambil usaha!
Walaupun
dijudul tersebut #2019gantistatus, ngga lagi bahas politik kok apalagi
kampanye. NO! To be honest, aku masih bingung mau milih yang mana ☹. Karena sebagai
warga negara yang baik, yang udah punya hak pilih maka pilihlah calon yang
berkompeten, dilihat track recordnya gimana, visi dan misinya, harus shidiq,
amanah, tabligh, fatanah. Jangan lupa tiap berdoa, berdoalah juga untuk
Indonesia kedepan lebih baik, memiliki pemimpin yang baik, warganya juga lebih
baik. Aamiin…
Lahh
tapi maksud dari judul itu apasih?
Sebelumnya
saya mau minta tolong kepada teman-teman sekalian yang sedang membaca tulisan
ini untuk mendoakan saya agar dipermudah nanti semester 8 menyelesaikan skripsi
atau kalau di jurusanku Teknik Sipil lebih beken dibilang TA (Tugas Akhir) dan diwisuda
maksimal bulan September 2019.
Nah
itu tuh maksudnya, insyaaAllah sebentar lagi aku akan melepas status mahasiswa
S1 menjadi seseorang yang bergelar Sarjana Teknik. Pasti akan sedih sih, bakal
ninggalin teman-teman tersayang, ninggalin tempat-tempat yang penuh akan
kenangan. Tapi life must go on kan.
Kalau
sekarang ini masih semester 7, baru 2 minggu kemarin kelar UTS. Tapi kalau
berdoa dari sekarang kan ya ndakpapa to. Untuk kelancaran skripsi semester
depan. Asal melibatkan segala sesuatunya dengan Allah pasti akan ada jalan kok insyaaAllah.
Eh btw aku belum ada bilang ‘kok’ ya daritadi wkwk. *ih apaansi* *tittt*
*skipskip*
Harus
sudah memikirkan akan dibawa kemana masa depan nanti? Akan apa setelah diwisuda
nanti? Kapan mau bahagiain orangtua? Kupikir melihat anaknya diwisuda tepat
waktu orangtua akan sangat bahagia, setidaknya beban orangtua akan luruh
tatkala melihat anaknya dipakaikan toga di atas kepalanya^^
Komentar
Posting Komentar