KENAPA HOBI POSTING?

Hey what’s up fellas!

Assalamu’alaikum…

Kamu anak sosmed?
Berapa banyak akun sosmed yang kamu punyai?
Apakah lebih dari 5?
Apakah kamu sering mengupload sesuatu ke media sosialmu? Atau hanya jadi passive account aja, maksudnya punya akun tapi cuma sekadar punya punya an aja, cuma ingin mengikuti apa yang sedang terjadi tanpa ikut serta memperbaharui apa yang ada di akunmu.

Memang dalam dunia persocial-media an, menurut pengamatanku ada 3 tipe netizen. Yang pertama adalah yang sangat aktif update tentang apapun, yang kedua update tentang apa yang hanya ingin di update, dan yang terakhir adalah tidak pernah update alias punya akun cuma untuk melihat update-an followingnya. Salah satu sosmed yang akan diperbincangkan adalah I think you all knowing this and it should be you having this account, yes that’s Instagram. Punya kan kamu?

Dari ketiga tipe netizen tersebut tentu tiap orang punya alasan tersendiri kenapa mereka bisa seperti itu ya dan itu hak mereka untuk berlaku seperti demikian. Pernah suatu ketika aku menegur temanku yang tergolong kedalam tipe ketiga, ‘mbok sekali-kali update lho, punya Instagram kok Cuma jadi viewer aja’ intinya pertanyaannya seperti itu karena aku juga lupa bagaimana persisnya pertanyaanku waktu itu. Kemudian dia membalas ‘aku emang enggak suka update, aku punya Instagram agar tau perkembangan teman-temanku’. Kemudian aku ‘hmm baiklah, terserah deh’ kan jadi gondok sendiri haha. Padahal itu kan hak dia jadi ya terserah sih dia mau jadi tipe netizen yang keberapa.

Untuk netizen dengan tipe pertama, terimakasih yaa sudah mau berbagi kisah kepada kita. Terutama akun yang memang menjadi favorit pasti selalu ditunggu-tunggu followersnya, apalagi kalau seharian tidak update pasti akan dicariin tuh. Karena aku pernah ngalamin wkk, nyariin akun favorit gara-gara nggak update story Instagram kangen sama anak-anaknya sih lebih tepatnya. Kadang juga akun yang sering share kebaikan gitu juga ditunggu-tunggu bagi sebagian orang, atau akun luculucuan dsb asal tidak menunggu akun si dia yang kata orang termasuk golongan people we can’t have. Eh tapi kalau Allah sudah menetapkan kamu sama dia kamu bisa apa? Ya nggak? Ya bersyukur to yo, piye to.

Kalau untuk tipe yang kedua ya bisa dibayangkan sendiri seperti apa, intinya dia kadang update kadang enggak, udah gitu aja.

Jadi ada satu alasan kenapa orang hobi posting story maupun posting feed walau kadang dihujat atau tidak diinginkan netizen yang katanya mahabenar itu padahal yang Maha Benar hanyalah Allah subhanallahu wata’ala--yaitu agar followersnya setidaknya melihat apa yang dia posting kan. Aku kasih gambaran alurnya, jadi si pembuat postingan ini kan pastinya followersnya kebanyakan temannya sendiri dan itu dari berbagai kalangan, nah otomatis tiap orang (followers) tersebut followingnya pun berbeda-beda ada yang ngefollow akun-akun berfaedah dan ada pula yang ngefollow akun yang nirfaedah, disini peran si pembuat postingan muncul : menjadi setitik cahaya kecil ditengah hiruk pikuknya timeline followersnya yang kebanyakan yang muncul adalah akun-akun nirfaedah--walau tidak dipungkiri juga si pembuat postingan ini pun pasti pernah membuat postingan yang nirfaedah—setidaknya ketika dia posting kebaikan, followersnya jadi kemasukan informasi baik tersebut—dan diharapkan terketuk hatinya untuk ikut berbuat kebaikan pula.

Jadi teruntuk yang hobi posting, tidak apa-apa. Teruslah berbuat seperti itu selama itu kebaikan dan membawa dampak positif. Tidak perlu putus asa dengan kata-kata yang mematahkan dari netizen. Ikhlas berbuat baik, tilik lagi kedalam hati apakah niatnya sudah benar karena Allah atau hanya sekadar ingin dianggap baik oleh netizen atau yang lebih parahnya adalah untuk pamer (riya) dengan menyombongkan diri bahwa ‘iniloh gue orang baik, sudah hijrah, suci, kalian penuh dosa, hijrah sana!’.

Yak semoga tulisan yang sedikit ini dapat membawa manfaat untuk teman-teman semua.
Wabillahi taufiq wal hidayah wassalamu’alaikum...

#30HBC1919
#30HariBercerita
@sisi_saw

Komentar