CURHAT CYIN?!?!


Sekarang hari Senin tanggal 30 Maret 2020. Aku mulai masuk kerja lagi ditengah pandemi corona yang semakin hari semakin bertambah jumlah kasusnya di Indonesia. Hari ini nggak banyak yang aku kerjakan di kantor. Malah lebih banyak baca novel. Hehe. Jangan nyalahin aku dulu, emang belum ada kerjaan kok jadi ya daripada ngga ngapa-ngapain kan mending baca novel. Ohiya aku juga sambil mainan hp, nonton youtube, buka twitter, tapi entah kenapa hari ini aku lagi bosen bikin story di ig maupun wa, padahal aku adalah seseorang yang hobi banget bikin story. Lagi pengen jadi invisible girl aja, sepertinya seru. Wkwk...

Jadi baru kemarin aku sampai kos, dan ada satu kejadian yang kayaknya gak akan pernah aku lupakan sampai kapanpun, kenangan yang bisa dibilang menyebalkan dan bikin geleng-geleng kepala sendiri setelah mengingatnya tapi juga bisa menjadi pelajaran untukku. Dalam perjalanan yang sudah semakin dekat dengan kosku, aku melewati gang untuk menuju gang kosku dan diantara gang satu dengan gang yang aku tuju itu harus melewati jalan raya yang memiliki 2 jalur 4 lajur dengan median sekira 1,5 meter dan aku harus melewati u-turn nya untuk mencapai gang kosku. Aku mulai melajukan motorku untuk sampai di u-turn, di depanku ada ibu pengendara motor, aku pikir ibuknya sudah mau belok kanan atau lurus sama seperti tujuanku, pada saat itu ternyata ibuknya masih menunggu untuk nyebrang menuju gang, sedangkan aku terlalu fokus melihat kendaraan yang melaju dari arah kiri sampai-sampai tidak sadar bahwa ibu tadi masih disitu. Akhirnya aku menabrak bagian belakang motor ibunya, alhasil aku dimaki-maki deh sama ibunya. Begini katanya "pake mata dong!!!" "matanya tuh dipakai!!!" (sambil menggunakan kedua jarinya menunjuk kedua matanya). Padahal setelah aku tersadar aku telah menabrak pengendara motor itu udah reflek minta maaf, tapi mungkin ibunya ga denger atau emang udah kepalang kesel kali ya sama aku? huhu. Maaf ya buk, tapi ibuk tolong lain kali jangan bentak-bentak ya buk, saya paling gakbisa kalau dibentak. Seketika hatiku hancur, walaupun emang aku salah. Untung waktu itu jalanku pelan, dan kendaraan dari arah kiri tidak ramai. Jadi alhamdulillah tidak ada yang rusak. Cuma hatiku aja yang berantakan karena disemprot sama ibunya, shock. Ditambah cuacanya sedang gerimis.

Sesampainya aku di kos, aku masih kepikiran sama kejadian tadi. Merasa bersalah karena kok bisa aku sampe nabrak ibunya padahal aku merasa aku sedang fokus saat itu. Tapi yaudahlah ya, udah terjadi dan ini menjadi pelajaran untukku, bahwa meski fokus hanya bisa pada satu titik tapi kita tidak boleh mengabaikan hal lain. Semoga ibunya tidak mengalami trauma. Dan aku bisa lebih hati-hati dalam mengendarai motor.

See you, dear...


Komentar

Posting Komentar