Mengikhlaskan
Bukan untuk dilupakan, namun untuk dikenang. Dikenang sebagai pembelajaran dan pengalaman hidup. Belajar menjadi dewasa, karena ada banyak hal yang harus di gapapa-in., begitu kata Rintik Sedu yang akhir-akhir ini menjadi tokoh favoritku. Aku menjadi sangat menyukainya sejak aku mendengar semua podcast yang dia unggah di Spotify. Iya. Aku kembali waras setelah mendengar suaranya di platform itu. Semua hal makin membaik sampai hari ini. Pun ketika harusnya aku merasa gagal, kecewa dan bersedih, aku tetap tenang dan menjadi dewasa untuk setiap hal yang datang kepadaku. Tenang "kalau hari ini belum berhasil, besok dicoba lagi ya". Entah kenapa aku selalu merasa termotivasi dengan kalimat itu. Dalam beberapa kasus, aku gakbisa menanggapi dengan langsung. Terkadang aku butuh jeda untuk membuat semuanya menjadi jelas dan menyiapkan hatiku untuk ikhlas. Sepertinya itulah caraku untuk menjadi dewasa. Karena ketika diriku langsung merespon apa yang sedang terjadi dengan keadaan h...