Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

Cerita aja...

Cerita aja.. Pernah nggak beli makan tapi ternyata lupa nggak bawa dompet? Tadi waktu beli gado-gado udah pesen, terus baru keinget kalo nggak bawa dompet. Langsung kepikiran ada teman yang kosnya dekat warung, abis itu chat wa ke dia alhamdulillah langsung dibalas. Setelah gado-gado nya jadi, aku bilang ke ibuknya ‘buk saya lupa ndak bawa dompet, hehe. Saya ambil uang dulu ya buk’ terus ibuknya bilang gapapa mbak ini gado-gado nya dibawa aja. masyaaAllah baiknya ibuk semoga berkah lancar jaya. Keluar warung ketemu mamang parkir kan terus bilang kalo mau ambil uang dulu ya uangnya sekalian nanti. Eh diketawain sama mamangnya. Meluncurlah aku ke kos temenku   buat ambil uang yang mau kupinjem. Alhamdulillah ya semoga Allah balas dengan yang lebih baik. Udah gitu balik ke warung ibuknya tadi bayar deh, terus tak lupa bayar parkir ke mamang. Kemudian pulang ke kos. Pesan yang bisa dipetik apa? 1. jangan jadi pelupa 2. jalinlah pertemanan yang baik ke banyak or...

#30HBC1903

Gambar
Itu adalah tulisan ke-3 #30hbc1903 atau bisa langsung dikunjungi ke laman instagram gueh @sisi_saw

Bersosialisai itu...

Manusia adalah makhluk sosial. Right? Itu artinya manusia dalam menjalani kehidupan ini membutuhkan orang lain. Kalau ada yang bilang, “gue bisa hidup sendiri tanpa kalian semua!” yakin ngomong gitu? Coba sini aku mau nanya, emang kalau laper gitu beli makan dimana, sama manusia kan belinya? Kalau mau mandi, butuh sabun, sabun yang buat manusia. Kalau mau cari uang, kerja, misal pegawai ya pasti punya atasan, atasannya kan manusia, misal penjual toh butuh pelanggan juga, pelanggannya manusia kan? Dari beberapa contoh tersebut, nggak bisa dipungkiri kita ini butuh manusia lain. Dengan adanya hubungan antarmanusia ini, pasti akan timbul perasaan senang, bahagia, kecewa, sedih, terluka, tersakiti. Pernah menyakiti orang lain? Atau disakiti orang lain? Sepertinya pernah semua ya. Haha. Karena kita manusia biasa dan wajar kalau pernah merasakan itu semua. Pernah suatu waktu, aku diajak ngomong temen tapi kujawab guyon eh dianya ngambek. Di waktu yang lain aku diajak guyon aku tang...

Please, be aware to yourself!

Mencintai adalah suatu kegiatan yang dapat diartikan dengan keikhlasan memperjuangkan, memberikan sesuatu kepada yang dicintai. Mencintai Allah, mencintai Rasulallah, mencintai kedua orangtua, mencintai pasangan, mencintai saudara, mencintai diri sendiri. Yap! Kamu harus mencintai diri kamu sendiri, bukan egois ya ini. Kan awalnya mencintai diri sendiri, lah gimana mau mencintai orang lain kalau sama diri sendiri aja kamu ga cinta! Mencintai diri sendiri bisa dengan memenuhi hak-hak pada diri sendiri, ketika lapar ya segera makan, ketika haus ya minum, ketika ngerasa sakit ya segera minum obat dan lebih bagus segera periksa ke dokter. Jangan menyepelekan hal-hal kecil, karena kalau tiba-tiba hal kecil itu bahaya dan kemudian jadi besar kan bahaya. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati? Lebih baik segera mengobati daripada keadaan jadi parah? Satu contoh aku punya teman yang kelihatan sangat sehat, selalu ceria. Jadi ketika dia ngerasa sakit dikira itu sakit biasa. N...

Bingung sendiri

Aku bingung hari ini mau nulis apa. Daritadi nulis, hapus, nulis hapus. Untung pake Microsoft word, ngga tulis tangan kayak laporan fisika ku jaman semester 1 yang subhanallah banyaknya. Hehe. Tuhkan, tadi aku habis nulis terus kuhapus lagi ☹ . Pikirannya lagi ga fokus, tiap ada ide tiba-tiba muncul ide yang lain dan membuatku bingung mau nulis yang mana. Padahal 5 hari kemarin alhamdulillah nulis cuma beberapa menit jadi, hari ini aku nulis dari siang kalo ga salah sampai saat ini pukul 10.00 malam baru dapet 86 kata. Hmm I don’t know why. Sometimes u feel sad and confuse but u don’t know the reason kan. Ya gasih? Masa cuma aku doang yang ngerasain kaya gitu kan ga seru gaada temennya. Haha.   Ohiya aku baru inget pernah ngomong kalo dapet feel tu kalo udah malem, makanya nulis dari siang pun ide yang bener-bener sesuai ga akan ketemu. Kamu gitu juga gak? Kalo menurutku sih waktu produktif tiap orang emang beda-beda ya, ada yang fokusnya kalo rame, ada yang fokusnya pas sepi...

DO IT, AND DONT FROGET TO EVALUATE

Abis ngomongin resolusi 2019, seharusnya udah di list dong. Nah kalau udah ditulis, mari kita eksekusi satu persatu, tidak perlu kesusu yang penting usaha aja dulu. Resolusi tingkat paling rendah deh, sehari ini resolusimu apa aja boleh ditulis kemudian setelah itu berusaha komitmen dengan resolusi kita. Begitu terus sampai satu minggu, kemudian jangan lupa untuk mengevaluasi hasil yang kita lakukan selama satu minggu itu. Jadi kenapa sih harus dievaluasi? Semacama bermuhasabah diri, karena kita ini manusia biasa, kadang-kadang suka khilaf kan tuh. Nah peran evaluasi ini sangat bermanfaat banget buat kedepannya kita kayak gimana. Kalau misal seminggu pertama, mungkin banyak resolusi yang belum terealisasi. Setelah dievaluasi, ketika minggu kedua insyaaAllah kita akan lebih komitmen lagi untuk merealisasikannya dan insyaaAllah akan berusaha lebih baik dari minggu sebelumnya. Bagi yang pernah menjadi panitia suatu acara pasti setelah acara selesai ada evaluasi kan? Karena mem...

(Katanya) RESOLUSI 2019

Sudah 4/365 nih, resolusi apa aja yang udah terealisasi? Jadi apa aja sih resolusi kamu di tahun 2019 ini? Ditulis atau hanya dipikirkan aja? Yang pasti, apapun resolusi kamu di tahun 2019 semoga hal-hal yang membawa pada kebaikan dan keridhoan Allah swt. Semacam bermimipilah setinggi langit, kalau misal jatuh seenggaknya masih bisa nyangkut di awan wwk, ga deng ya canda. Resolusinya bermacam-macam, ada yang 2019 wisuda, 2019 melanjutkan resolusi 2018, punya usaha, ipk 4, lolos snmptn, dapet istri/suami sholehah/sholeh, lanjut s2 ke luar negeri, apalagi nih? Wis banyak buanget pokoknya mah. Dari beberapa daftar resolusi yang tersebut diatas kan fokusnya ke dunia ya, terus gimana resolusi akhiratnya? Emang gamau hafal Al-Qur’an, gamau rajin sholat sunnah, gamau rajin baca hadits, gamau rajin ikut kajian, gamau rajin bersedekah, gamau rajin bersilaturahmi? Padahal udah banyak banget kita disuguhi peristiwa alam yang sedang ngambek sama kita, banyak tanda-tanda akhir...

Hanya Kepada Allah Kita Kembali

Allah subhanallahu wata’ala telah menciptakan dunia ini dengan keseimbangan dan keteraturannya. Ada langit dan bumi. Darat dan laut. Laki-laki dan perempuan. Kaya dan miskin. Sehat dan sakit. Hidup dan mati. Dan masih banyak lagi. Pada hari itu, langit terlihat mendung seakan ia bersedih pada apa yang terjadi di bumi ini. Seakan ia tahu apa yang terjadi saat itu. Kemudian terdengar suara yang keluar dari toa masjid “Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, telah berpulang ke rahmatullah Almarhum Bapak Amar semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah subhanallahu wata’ala dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran serta keikhlasan. Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.” Pak Amar adalah guru ngaji di TPQ yang berada di dusun si genduk. Beliau telah berpulang kembali pada Allah, sudah tidak merasakan sakit karena penyakit yang dibebankan kepadanya telah hilang bersamaan dengan hilangnya nafas beliau. Semoga Allah jauhkan bel...

Tak Ada Belajar yang Sia-sia

Genduk sedang membantu Ibu yang sedang memasak di dapur. 👧 : Bu, bumbu untuk goreng ayam apa aja? 🧕 :   Ketumbar, merica, kemiri, bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, garam dan micin kalau mau tapi sedikit aja. 👧 : oke. Sesaat kemudian…. 👧 : Ibu kalau masak kok selalu enak sih. Hmmm. 🧕 : Nanti kalau kamu sudah besar juga pasti bisa masak. Apalagi kalau sudah berkeluarga. Hehe 👧 : Semua teman-temanku di sekolah tak ada yang tidak membanggakan masakan ibunya Bu, akupun begitu. Lalu terbesit dipikiranku, gimana nanti kalau aku ndak bisa masak, anakku nggak bisa membanggakan masakan ibunya. 🧕 : Nanti pasti bisa, makanya ini belajar nduk. Biar bisa masakin Ibu dan Bapak juga sebelum kamu punya suami. Tapi bukan begitu, jangan hanya karena ingin masakanmu dibanggakan sama anak2mu nanti, tapi memang untuk kebahagiaan mereka. 👧 : hehehe… Baiklah Bu. 🧕 : Setinggi apapun pendidikan seorang wanita, kewajiban pada keluarganya harus tetap dijalankan ...