Hanya Kepada Allah Kita Kembali
Allah
subhanallahu wata’ala telah menciptakan dunia ini dengan keseimbangan dan
keteraturannya. Ada langit dan bumi. Darat dan laut. Laki-laki dan perempuan. Kaya
dan miskin. Sehat dan sakit. Hidup dan mati. Dan masih banyak lagi.
Pada hari
itu, langit terlihat mendung seakan ia bersedih pada apa yang terjadi di bumi
ini. Seakan ia tahu apa yang terjadi saat itu. Kemudian terdengar suara yang
keluar dari toa masjid “Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Innalillahi
wa inna ilaihi roji’un, telah berpulang ke rahmatullah Almarhum Bapak Amar
semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah subhanallahu wata’ala dan
keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran serta keikhlasan. Wassalamu’alaykum
warahmatullahi wabarakatuh.”
Pak Amar
adalah guru ngaji di TPQ yang berada di dusun si genduk. Beliau telah berpulang
kembali pada Allah, sudah tidak merasakan sakit karena penyakit yang dibebankan
kepadanya telah hilang bersamaan dengan hilangnya nafas beliau. Semoga Allah
jauhkan beliau dari siksa kubur dan siksa api neraka. Aamiin…
Beberapa jam
sebelum berita dari masjid terdengar, para keluarga dan kerabat dekat Pak Amar
berada di rumah sakit dimana beliau diopname untuk membacakan surat Yaasin dan
doa untuk kesembuhan beliau. Namun kemudian Pak Amar berkata pada istri dan
keluarganya bahwa dia siap untuk kembali pada penciptanya dan memohon kepada
mereka semua untuk mengikhlaskan kepergiannya. Kemudian tangis pecah di dalam
ruangan bercat putih itu. Pak Amar berkata bahwa beliau sudah tidak kuat untuk
terus mananggung penyakitnya tersebut, hingga kemudian beliau melepas alat
bantu oksigen yang menempel di hidungnya dan tangis yang lebih menyedihkan
kembali terdengar.
Malaikat maut
sudah selesai melakukan tugasnya. Sang pencabut nyawa, yang ditakuti para
penikmat dunia penakut akhirat. Berbeda dengan Pak Amar, beliau insyaaAllah
sudah siap apabila sewaktu-waktu malaikat Izrail mendatanginya. Beliau sudah
berusaha semaksimal mungkin untuk mempersiapkan kematiannya. Semoga khusnul
khotimah Pak, doa seluruh santrinya.😇
Betapa para
perindu Surga menantikan pertemuan indah itu, pertemuan pada Illahi Rabbi. Lalu
bagaimana dengan kita yang masih sehat? Yakin sudah siap? Coba setelah ini
berkaca dan tanyakan pada hati terdalammu, apa yang sudah dipersiapkan untuk
menghadapi malaikat maut? Semoga setelah ini, kita kembali merenungi apa saja
yang telah kita perbuat di dunia ini untuk mengantarkan kita ke akhirat kelak,
kehidupan abadi untuk bertemu denganNya. Semoga dalam keadaan baik tentu saja.
Aamiin yarobbal alamin.
Pati, 2
Januari 2019
#30HariBercerita
#30hbc1902
@sisi_saw
Komentar
Posting Komentar