Bersosialisai itu...


Manusia adalah makhluk sosial. Right? Itu artinya manusia dalam menjalani kehidupan ini membutuhkan orang lain. Kalau ada yang bilang, “gue bisa hidup sendiri tanpa kalian semua!” yakin ngomong gitu? Coba sini aku mau nanya, emang kalau laper gitu beli makan dimana, sama manusia kan belinya? Kalau mau mandi, butuh sabun, sabun yang buat manusia. Kalau mau cari uang, kerja, misal pegawai ya pasti punya atasan, atasannya kan manusia, misal penjual toh butuh pelanggan juga, pelanggannya manusia kan? Dari beberapa contoh tersebut, nggak bisa dipungkiri kita ini butuh manusia lain.

Dengan adanya hubungan antarmanusia ini, pasti akan timbul perasaan senang, bahagia, kecewa, sedih, terluka, tersakiti. Pernah menyakiti orang lain? Atau disakiti orang lain? Sepertinya pernah semua ya. Haha. Karena kita manusia biasa dan wajar kalau pernah merasakan itu semua.

Pernah suatu waktu, aku diajak ngomong temen tapi kujawab guyon eh dianya ngambek. Di waktu yang lain aku diajak guyon aku tanggepin serius dia ngambek. Besoknya dia ngajak guyon kubalas guyon dianya ngambek. Eh bocah ngambek mulu, kebanyakan makan micin itu. Gak deng becanda ya. Terkadang memang apapun yang kita perbuat terhadap orang lain itu ga sesuai sama yang mereka harapkan. It’s okay, selow dulu. Karena kita gabisa selalu pas sama apa yang mereka inginkan. Pun sebaliknya, perbuatan mereka tidak selalu sesuai sama apa yang kita ekspektasikan. Itulah kenapa ada sebuah nasehat dari sahabat Rasul, Ali bin Abi Thalib, “Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia.”

Balik juga ke diri sendiri, niat kita apa. Kalau semua yang kita lakukan diniatkan lillahi ta’ala insyaaAllah apapun balasan dari orang lain takkan membuat goyah hati kita kan? Tak akan mudah kita rasakan kecewa ataupun sedih berlebihan. Dulu banget, aku orangnya suka baperan, eh sekarangpun kadang. Baperan karena apa yang kulakukan ke orang lain tidak selalu dijawab dengan baik seperti yang kulakukan pada mereka (ini hanya dari sudut pandangku). Salahnya adalah aku tidak melihat dari sudut pandang mereka. Aku egois, selalu menuntut apa apa harus sesuai dengan kehendakku. Aku tidak memikirkan hati atau pemikiran mereka. Subhanallah. Sampai aku menyadari, ini semua ga bener. Kita hidup nggak buat muasin diri sendiri, kita hidup berdampingan dengan orang lain. Kita hidup untuk mencari ridho Allah bukan mencari ridho manusia. Kenapa tidak kita yang memulai perubahan, kenapa suka nunggu orang lain yang mulai dulu daripada kita yang mulai duluan? insyaaAllah kalau kita berbuat baik terus menerus, orang yang sekeras batu akan jadi lembut kok 💕 bismillah aja, niat berbuat baik karena Allah.

Kemudian ada lagi satu nasehat yang akan ku tempel dihatiku, selalu. Kalau saja aku goyah, akan kuingat pesan ini. “BERIKAN YANG TERBAIK. Kalau gaul dengan manusia jangan mengharapkan apapun namun berikan yang terbaik Lillahi ta’ala insyaaAllah bahagia dan mulia.” Begitu kiranya pesan Aa’ Gym. Semoga Allah selalu merahmati beliau.

Harusnya ditulis tanggal 08 Januari 2019
Tapi, karena kemageran dan ketidakadaan ketulusan hati untuk menulis jadilah tulisan ini kelar hari ini tanggal 9. Jangan salah, nulis kaya gini juga pake hati ciyatciyatt. Apasih lo hhh -_-

#30HariBercerita
#30hbc1908
@sisi_saw

Komentar