Setelah Wisuda: Menikah, Bekerja atau S2?

Hai Fellas!!

Berjumpa kembali dengan tulisan Sisi yang ala kadarnya, tapi percayalah menulis ala kadarnya pun membutuhkan niat dan usaha yang tidak sedikit. xixi

Bermula dari saya yang merasa resah akan suatu hal, namun tidak bisa saya deskripsikan seperti apa rasanya. Sampailah pada detik ini saya memutuskan untuk menulis saja.

Kebetulan momennya sangat pas. Kemarin lusa, 21 November 2020 menjadi hari yang cukup bersejarah bagi saya pribadi karena setelah sekian bulan bahkan hampir setahun menunggu untuk wisuda S1. Juga menjadi hadiah spesial di ulang tahun yang ke 20++. Wisuda yang seharusnya berlangsung bulan Maret lalu tertunda karena pandemi yang sampai saat ini masih mengintai kita -- tapi semoga saja pandemi ini segera berakhir ya kawan. aamiin.. Back to topic, alhamdulillah akhirnya saya udah di wisuda kemarin dengan acara yang hmm sangat singkat padat dan sedikit kurang berkesan -- karena acara wisuda yang biasanya dimulai dari jam 6 pagi sampai jam 12 siang dipercepat menjadi 1,5 jam saja. Yang dulu wisuda bisa didampingi kedua orangtua, kini tidak bisa. Yang setelah acara wisuda selesai ada arak-arakan dari adik tingkat, kini tiada. Yang biasanya setelah acara wisuda bisa foto-foto sepuasnya, kini dibatasi bahkan di beberapa tempat dilarang. Ya mau gamau kan, namanya juga lagi pandemi. Ya bersyukur, setidaknya ada wisuda luring yang mana harus mematuhi protokol yang ada.

Tujuan utama wisuda sebenernya kan buat bikin bahagia orangtua. Mereka yang dengan jerih payah menyekolahkan saya sampai jenjang sarjana, tersenyum bahagia akhirnya melihat anaknya bisa diwisuda pake baju toga. Padahal sebenarnya saya sudah lulus dari bulan November tahun lalu alias tahun 2019. Hehe.. Meski mereka tidak bisa mendampingi di acara istimewa ini, re: menunggu di hotel, mereka tetap bahagia. Meski saya tidak menghadiahkan hal yang luar biasa -- menjadi cumlaude misalnya, mereka tetap bangga dengan saya. Alhamdulillah yaAllah. Saya sayang dengan orangtua saya.

Okay, intronya sampai situ aja ya. Hihi

Jadi apa yang akan dilakukan setelah wisuda?

Mau lanjut S2? Atau bekerja dulu? Atau mau menikah saja?

Alhamdulillah, saya udah punya jawabannya. Hihi.. Iya saya sudah bekerja alhamdulillah hampir setahun. Tempat kerja saya juga tidak jauh-jauh dari kampus saya. Emang sepertinya gabisa jauh-jauh dari Solo . wqwq

Ada sih sedikit kepikiran buat lanjut S2, tapi ya let see aja nantinya akan gimana. Yang pasti, mimpi buat S2 mah ada gitu ya. Tapi untuk waktu dekat ini sepertinya enggak dulu. Hati manusia berubah-ubah sih. Hari ini saya bilang engga, besok bisa berubah iya. Kayak jaman awal-awal kuliah yang pada saat itu lagi happening nikah muda, terlebih dari selebgram yang bertebaran di instagram sedikit ketrigger  untuk mengikuti jejaknya menikah muda. Tapi makin kesini makin mikir bahwa ternyata menikah itu tidak semudah dan tidak seenak apa yang mereka tampilkan di sosial media. Menikah itu perlu persiapan-persiapan yang cukup kompleks. Menikah butuh dipersiapkan dengan matang, meski tidak ada patokan matang itu yang seperti apa. Akankah matang seperti buah mangga yang sudah menguning? Oh tentu tidak seperti itu Maemunah. 😁

Menikah juga butuh ilmu. Ilmu parenting, ilmu finansial, ilmu mengelola emosi, ilmu menjadi seorang istri yang soleha dan ilmu lainnya. Semuanya butuh ilmu, dan harusnya ilmu itu dipelajari dari saat kita baligh. Menurut saya menikah itu bukan pencapaian satu ke pencapaian selanjutnya sih, menikah adalah fase kehidupan yang lebih tinggi dari sebelumnya. Menikah menyatukan dua manusia beda kepala dengan niat beribadah kepada Allah.

Hidup ini kan memang terdiri atas pilihan-pilihan. Kita dibebaskan untuk menentukan pilihan kita, asal mempertimbangkannya dengan pedoman dari-Nya Allah Azza wa Jalla. Mau menikah duluan boleh, mau S2 dulu juga boleh, kerja atau bangun bisnis juga silakan. Memutuskan pilihan juga tidak melupakan prioritas-prioritas yang ada. Mampu mengutamakan prioritas bisa jadi satu pertanda bahwa kita sudah dewasa.


Sepertinya segini dulu sharing kali ini. Next kita berbagi cerita lagi ya!

Solo, 24 November 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KENAPA HOBI POSTING?

LINE