Tak Ada Belajar yang Sia-sia
Genduk sedang membantu Ibu yang sedang memasak di dapur.
👧 :
Bu, bumbu untuk goreng ayam apa aja?
🧕 : Ketumbar, merica, kemiri, bawang merah, bawang
putih, kunyit, jahe, garam dan micin kalau mau tapi sedikit aja.
👧 : oke.
Sesaat kemudian….
👧 :
Ibu kalau masak kok selalu enak sih. Hmmm.
🧕 : Nanti kalau kamu sudah besar juga
pasti bisa masak. Apalagi kalau sudah berkeluarga. Hehe
👧 : Semua teman-temanku di sekolah tak
ada yang tidak membanggakan masakan ibunya Bu, akupun begitu. Lalu terbesit dipikiranku,
gimana nanti kalau aku ndak bisa masak, anakku nggak bisa membanggakan masakan
ibunya.
🧕 : Nanti pasti bisa, makanya ini belajar
nduk. Biar bisa masakin Ibu dan Bapak juga sebelum kamu punya suami. Tapi bukan
begitu, jangan hanya karena ingin masakanmu dibanggakan sama anak2mu nanti,
tapi memang untuk kebahagiaan mereka.
👧 : hehehe… Baiklah Bu.
🧕 : Setinggi apapun pendidikan seorang wanita,
kewajiban pada keluarganya harus tetap dijalankan nduk. Ya salah satunya masak
itu. Masa mau ngandelin mbak (art) kan ya gimana gitu to.
Wahai perempuan, belajarlah setinggi-tingginya. Bukan berarti setelah belajar hingga S3 (misal) kita tidak mengurusi urusan rumah kan? Justru semakin tinggi ilmu kita, semakin pandai dan bijaksana pula pemikiran kita.
Kita harus jadi perempuan yang cerdas, karena pemegang kendali generasi muda adalah kita. Ingat, anak yang lahir dari rahim kita berhak mendapatkan Ibu yang cerdas, nah itu ada di diri kamu pastinya. insyaaAllah^^
Kita harus jadi perempuan yang cerdas, karena pemegang kendali generasi muda adalah kita. Ingat, anak yang lahir dari rahim kita berhak mendapatkan Ibu yang cerdas, nah itu ada di diri kamu pastinya. insyaaAllah^^
#30HariBercerita
#Day1
1 januari 2019
Lanjutkan!!! Mangats sitii. :)
BalasHapuswahh terimakasih supportnya. i hope u can keep your spirit, always.
Hapus