BINCANG-BINCANG


Tadi pagi aku nemuin dosen pembimbing akademik atau lebih singkatnya dosen PA, atau kalau dulu sekolah disebut wali kelas.
Setelah mengucap salam dan duduk di depan beliau, terjadilah percakapan yang cukup akrab.

D : Dosen Pembimbing Akademik
S : Saya

D : Mana oleh-olehnya? (sambil tertawa ringan)
S : “Hehee, oleh-olehnya….” (senyum-senyum nggak jelas sambil nunduk)
D : “Tak pikir kamu nikah.”
S : “Ehh ndak pak, saudara saya yang menikah.”
D : “Lha kamu kapan nikah?”
S : “Nanti pak kalo udah wisuda, hehe.. Kalo sekarang kan juga belum ada calonnya.”
D : “Udah ada lah.” (mungkin maksudnya tiap orang udah ada jodohnya gitu kali ya maksud bapak)
S : “Belum ada pak, lha belum ada yg dateng ke rumah e hehe.”
D : “Hahaa, sudah masanya.”
S : “Heheeeee (dengan ekspresi cengengesan)
D : “Kamu kan sekarang sudah semester akhir.”
S : “Iya pak.”
D : “Yaudah, skripsinya segera dikerjakan itu.”
S : “Nggih pak. Yasudah saya pamit dulu pak assalamu’alaikum.”
D : “Wa’alaikumussalam.”

Dosen Pembimbing Akademik adalah orangtuaku di kampus, ya walau tidak selalu ada tapi kepada beliaulah aku akan mencurahkan isi hatiku (tentang masalah akademik di kampus tentunya, terkadang diselipi masalah pribadi juga sih). Menuju semester terakhir kok malah tambah sayang ya, sayang dari anak kepada orangtuanya loh. Semoga Allah selalu merahmati beliau^^

Sekarang aku mau cerita tentang kejadian sebelum pertemuan dengan dosen PA ku tadi pagi. Jadi pagi sekitar pukul 7 aku WA dosen PA. Aku buka WA ku sekitar jam 8 ternyata ada balasan dari bapak dosen (there’s thing u must know kalau bapak nggak selalu balas WA) dan bilang beliau sedang berada di kantor bisa ditemui saat itu juga. Seketika aku panik dong, belum mandi eh, tadinya kepikiran mau nggak mandi aja kan cuma sebentar aja di kampus nya. Wqwq. Etapi teman kosku yang sangat rajin mandi melontarkan petuahnya kepadaku untuk segera mandi, “mandi aja sana, mandi cuma 5 menit kok”. 5 menit apanya, dikira mandi bebek kali 5 menit. Akhirnya aku memutuskan untuk mandi, rasa-rasanya juga gaenak kalo ke kampus nggak mandi. Yak, mandi secepat kilat tapi ya tetep aja cepetan kilat. Sebelum mandi aku WA lagi bapak dosen, bilang mau siap2 dulu terus segera meluncur ke kampus (seperti kurang sopan ya, masa dosen disuruh nunggu, tapi mau gimana lagi daripada aku ditinggal pergi sama beliau, -maksudnya daripada beliau tiba-tiba pergi dari kantor kan akunya jadi kehilangan kesempatan bertemu beliau). Karena aku mau ke kampus dengan temanku, temanku kusuruh segera siap2 juga. Akhirnya tidak sampai 30 menit sudah selesai semua dan meluncurlah kita ke kampus.

Btw, tulisanku ini lanjutan dari ikutan challenge 3o hari bercerita. Huhuuu, sedih sih sebenernya gabisa istiqomah. Kan harusnya kelar pas akhir Januari, tapi ini udah masuk pertengahan Februari baru tak lanjutin lagi. Karena sudah komitmen sama diriku sendiri, walau tidak sesuai dengan jadwal tetap akan ku selesaikan sampai cerita ke 30. insyaaAllah. Doakan aku semoga istiqomah yaa, dalam kebaikan.

#30HariBercerita
#30hbc1910
@sisi_saw

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KENAPA HOBI POSTING?

LINE