Keresahan


Keresahan apa yang sedang mengganggu pikiranmu?
Banyak banget, tapi kalo ditembak pertanyaan dan harus dijawab saat itu juga tiba-tiba saja aku terpaku bingung mau jawab apa.
Ih kok bisa?
Entah.

Orangtuaku selalu berpesan, “jaga diri nduk, kamu itu perempuan. Pokoknya jaga bener-bener jangan sampai membuat bapak ibu dan keluargamu kecewa.”
Sudah bisa ditebak ya apa maksud dari pesan tersebut. Menjaga anak gadis dengan anak laki-laki itu sungguh berat menjaga anak gadis. Ibaratnya punya 10 anak laki-laki dibanding punya 1 anak perempuan itu lebih berat yang 1 anak cewek.

Kenapa kok bisa gitu? Ya bisa lah Jamilah-jamidun, bayangin aja anak perempuan itu kalau sudah baligh harus menutup aurat, kalau belum yang nanggung dosanya siapa? Bapak! Kalau anak laki-laki auratnya cuma sebatas pusar sampai lutut nah kalo perempuan kan seluruh badan kecuali ini dan itu (telapak tangan dan wajah).
Perempuan adalah godaan terbesar bagi laki-laki. Nah apalagi bagi kamu yang menuntut ilmu jauh dari bapak ibu dan tidak ada mahrom pula didekatmu maka sangat wajar kalau orangtua akan berpesan seperti itu. Orangtua itu ingin anaknya selamat dunia akhirat guys, jadi insyaaAllah apapun nasehat yang disampaikan beliau pastilah untuk kebaikan anaknya.

Ditambah lagi pergaulan remaja jaman sekarang itu sungguh kelewatan. Anak SD saja sudah pacaran, naudzubillah mindzaliik. Bahkan pernah ada berita ada anak SD yang hamil, anak SMP memperkosa, anak SMA aborsi. Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami. Gimana nggak was-was orangtua kita kalau hampir setiap hari ada saja berita tentang pemerkosaan, hamil diluar nikah, aborsi dan lain sebagainya. Tentu saja orangtua manapun tidak ada yang menginginkan hal tersebut terjadi pada anaknya.

Misal yang hamil diluar nikah, selain bikin malu keluarga, dosa yang ditanggung amatlah besar, andai tahu siksa apa yang akan Allah timpakan niscaya tidak akan berani melakukan hal tercela itu. Apa nggak mikir masa depan anaknya nanti akan seperti apa?

Banyak contoh yang ada dilingkungan sekitar tempat tinggalku. Perempuan yang seumuranku, hamil di luar nikah. Bahkan yang lebih muda dariku pun ada. Walau keluarganya akan merasa malu tapi semacam sudah menjadi hal yang biasa gitu, lagian toh tetangga juga nggak mau tau. Paling-paling kalau sudah ketahuan nanti juga akan dinikahkan, itupun kalau si laki-laki nya mau menikahi si cewek. Kalau nggak mau, kamu mau apa? Sudah menanggung malu, tidak ada yang bertanggungjawab pula. Terus kalau sudah dinikahi, persoalan macam begini akan hilang begitu saja. Hmm maksudku disini anak-anak yang lain akan terpengaruh juga secara langsung maupun tidak langsung. Lagian ya, orangtuanya itu nggak boleh lho menikahkan anak yang sedang hamil di luar nikah. Iya kan? Mohon kalau salah ntar dikoreksi ya. Sepengetahuanku, boleh menikahkan asal menunggu si anak melahirkan bayinya.

Kalau masalah seperti itu dibiarkan begitu saja. Takutnya akan membuat yang lain ikutan menuju ke jalan yang salah itu karena tidak adanya pemahaman betapa besarnya dosa berzina, betapa buruknya hal tersebut kalau sampai dilakukan. Peran orangtua sangat penting sih disini. Nih ya tiap kali pulang ke rumah ada aja cerita-cerita yang akan kudengar. Yak disini aku emang akan lebih cerita tentang hamil diluar nikah. Setelah diceritain masalah si A, orangtuaku akan menceramahiku begitu panjang, yang harus begini, yang harus begitu. Intinya satu, JAGA DIRI! ALLAH GA PERNAH TIDUR. Terus jangan sampai buat orangtua kecewa, jangan menyalagunakan kepercayaan yang udah dikasih sama mereka. Maafin sii ya buk bapak, banyak salah

Apalagi yaa, mau nulis apa lagi ya aku tadi. Itu sih, eh iya gini. Makanya aku lebih seneng kalau ada yang nikah muda daripada mereka pacaran (ini setelah tahu kenapa pacaran ga dibolehkan), jangan diprotes apa-apa nikah, orang baru hijrah sukanya ngomong nikah terus, nggak gitu teman-temanku tercinta coba baca tentang pernikahan dan bandingkan dengan pacaran deh insyaaAllah kamu akan dapet jawabannya atau ikut pengajian atau bisa dengan tanya Ustadz. Walau disini ada yang perlu digarisbawahi pemahaman tentang menikah juga harus dijelaskan pada anak-anak yang mau nikah. Jadi, desaku kan masih termasuk desa yang pelosok gitu ya, hmm masih termasuk kental dengan budaya-budaya kuno nya. Masih banyak juga yang nikah karena dijodohkan orangtuanya, biasanya setelah lulus SD atau SMP mereka akan dicarikan jodoh. Aku bersyukur karena orangtuaku termasuk tipe orangtua modern yang nggak maksa menjodohkan anaknya, hehe.

Tapi aku juga bingung deh, hishhh kenapa jadi sulit begini sih. Menikah adalah solusi terbaik untuk dua orang yang saling mencintai. Tapi kalau dirasa belum siap ya puasa, sabar, jangan turuti hawa nafsu. Makanya kan itu ga boleh pacarana, karena setan sangat suka dengan orang yang pacaran. Menurut kamu pacaran itu enak, padahal setan akan dengan lincah ngeganggu kamu, menjerumuskan kamu ke hal-hal buruk sampai akhirnya kamu menyesal. Setan itu emang jahat teman-teman, makanya jangan berkawan dengan setan. Lebih banyak belajar tentang Islam lebih dalam lagi. Aku dan kamu penuh dosa, tapi tidak ada yang bisa menghalangi kita untuk belajar agama lebih dalam. Keputusan ada di kamu, mau berubah lebih baik atau tetap di jalan buruk yang ‘kau anggap baik’. Tetaplah jaga sholat, karena itu akan menjagamu dari melakukan maksiat. Jangan merasa banyak dosa hingga tidak mau sholat, kataya gaenak karena sudah terlalu lama meninggalkan sholat. Allah maha pengampun, apalagi kalau kita bertobat dengan sesungguhnya taubat. Intinya jangan malu deh berbuat baik, Allah nggak akan mencemooh kamu, justru Allah akan sangat bahagia hambanya mau kembali menghadapNya. Yuk mulai sekarang kita sholat ya, tidak ada alasan lagi untuk nggak sholat. Kamu masih bernafas sampai detik ini karena siapa? Karena Allah yang menghendaki. Untuk yang ‘terlanjur’ berbuat zina, memohon ampun adalah solusinya, meminta maaf pada Allah, pada orangtua, keluarga dengan tidak mengulanginya kembali. Eh disini zina nggak cuma yang menyebabkan kehamilah itu ya, ada zina mata, zina tangan, zina mulut, zina telinga. Mungkin awalnya berat, tapi yakinlah Allah maha memudahkan segalanya. Iman kita mungkin juga akan pasang surut, tapi tetaplah memohon pada Allah.

#30HariBercerita
#30hbc1912
@sisi_saw

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KENAPA HOBI POSTING?

LINE